edisi gambar manuk...
iseng gambar manuk ngenggo Coreldraw
Jumat, 30 Agustus 2013
Kamis, 29 Agustus 2013
Kamis, 25 April 2013
Materi Dasar Managemen II
Materi
Dasar Managemen II
Organisasi : sekumpulan orang yang
berinteraksi dan bekerja sama untuk merealisasikan tujuan bersama.
- Elemen Organisasi ada 3 : Sekelompok Orang, Interaksi & kerjasama, Tujuan.
- Ciri utama individu dan pengaruhnya terhadap efektifitas menurut Siswanto : Persepsi, Sikap, Kepribadian, Belajar.
- Stoner & Wankell membatasi bahwa struktur organisasi adalah Susunan dan hubungan antara komponen dan posisi dalam suatu perkumpulan.
- Hubungan pasti timbul dari pengambilan keputusan : Pembagian Kerja (Division of Labor), Departemenalisasi (Departemenalization), Permasalahan Rentang Kendali (Span of Controll), Delegasi Kekuasaan (Delegation of Authority)
- Rentang Manajemen atau rentang Kendali adalah kemampuan seorang manager untuk mengkoordinasi secara efektif, tergantung pada jumlah laporan yang diterima dari bawahan.
- Koordinasi (Coordination) adalah proses pengintregasian tujuan dan kegiatan dalam satuan yang berbeda guna mencapai tujuan organisasi secara efisien.
- Kebutuhan dalam koordinasi tergantung pada sifat dan kebutuhan komunikasi serta derajat saling ketergantungan bermacam-macam satuan pelaksanaannya.
- Menurut Thomson ada 3 macam ketergantungan antar organisasi : ketergantungan yang menyatu, berurutan, dan timbal balik.
- Lawrence & Lorch mengemukakan 4 perbedaan sikap dan cara kerja antara individu dan antara departemen yang menyulitkan pengkoordinasian, yaitu, Tujuan, Waktu, antar pribadi, dan formasi struktur.
- Ada 3 pendekatan untuk mewujudkan pengkoordinasian yang efektif: Teknik-teknik dasar, meningkatkan koordinasi yang potensil, mengurangi kebutuhan koordinasi
- Mekanisme pengkoordinasian dasar : Hirarki manajerial, aturan dan prsedur, perencanaan dan penrtapan tujuan
- 2 alasan mengapa pengkoordinasian rentang manajemen harus tepat: Rentang manajemen mempengaruhi efisien manajer serta sistem kerja bawahannya, Rentang manajemen berhubungan dengan seluruh organisasi atau struktur organisasi.
- Faktor yang mempengaruhi rentang manajemen:kesamaan fungsi, kedekatan geografis, tingkat pengawasan langsung yang dibutuhkan, tiingkat koordinasi yang dibutuhkan, perencanaan yg dibutuhkan, bantuan organisasional.
- pedoman yang digunakan untuk menentukan rentang manajemen : faktor situasi, atasan, bawahan.
Pendahuluan
Istilah organisasi memang tidak
berasal dari Islam, tetapi bukan berarti Islam tidak mengandung ajaran
bagaimana cara berorganisasi. Bahkan kalau kita perhatikan banyak sekali
prinsip-prinsip organisasi modern telah dipraktekan oleh umat Islam generasi
pertama baik dalam kehidupan sehari-hari pada waktu damai maupun dalam bidang
kemiliteran ketika bertempur menghadapi musuh. Surat Ash Shaf seperti yang
dikutip di awal tulisan ini mengajarkan bahwa pengaturan pasukan atau barisan
secara baik akan mengokohkan kekuatan sehingga lebih mudah dalam mencapai
tujuan dan kemenangan. Dalam setiap peperangan Nabi mengatur pasukannya baik
posisi maupun tugas-tugasnya sedemikian rupa sehingga bisa memenangkan
peperangan. Hal itu merupakan contoh yang sangat baik bagaimana prinsip
berorganisasi dijalankan di zaman Nabi. Demikian pula di bidang
da’wah, ekonomi, politik dan sebagainya termasuk kegiatan yang
bersifat ritual.
Shalat jamaah, sebagaimana yang
berulang-ulang diserukan oleh Nabi merupakan contoh terbaik bagaimana
organisasi dilaksanakan. Dengan shalat berjamaah kita memperoleh hasil berlipat
ganda (disimbolkan dengan perolehan pahala dua puluh tujuh kali lipat dibanding
dengan shalat munfarid), walaupun waktu dan energi yang dipergunakan sama.
Demikian pula dengan organisasi, kita mampu menghimpun kekuatan yang lebih
besar melebihi jumlah dari kekuatan masing-masing individu yang tergabung.
Dalam shalat berjamaah telah diatur siapa yang menjadi imam, siapa yang menjadi
makmum, apa tugas imam, apa tugas makmum, dimana posisi imam, dimana posisi
makmum.
Organisasi yang pada awalnya
dibentuk untuk mempermudah dan mempercepat pencapaian tujuan, jangan sampai
berubah menjadi penghambat karena prosedur dan mekanisme yang berbelit belit.
Untuk menghindari hal tersebut kita perlu memperhatikan beberapa prinsip
organisasi seperti penentuan tujuan yang jelas, penyusunan Disain organisasi,
penempatan personal, perencanaan dan lain-lain. Apa yang tersaji dalam tulisan
ini hanyalah pengantar sehingga perlu pendalaman lebih lanjut baik secara
teoritis maupun praktis.
Tujuan Organisasi
Tujuan organisasi adalah suatu
pernyataan tentang keadaan masa depan yang diinginkan dan diusahakan
pencapaiannya oleh organisasi melalui berbagai kegiatan-kegiatan yang
direncanakan Tujuan organisasi sering dibedakan menjadi tujuan umum dan tujuan
khusus atau tujuan akhir dan tujuan antara. Rumusan tujuan organisasi biasanya
dicantumkan sebagai salah satu pasal dalam Anggaran Dasar Organisasi.
Tujuan organisasi berfungsi sebagai
pedoman bagi kegiatan pengarahan dan penyaluran usaha-usaha dan kegiatan
anggota organisasi. Dalam hal ini tujuan berfungsi memberi arah dan pemusatan
kegiatan organisasi mengenai apa yang harus dan harus tidak
dilakukan. Tujuan juga merupakan sumber legitimasi bagi suatu organisasi
melalui pembenaran kegiatan-kegiatannya dan keberadaannya di kalangan pihak
lain. Pengakuan atas legitimasi ini akan meningkatkan organisasi untuk
mendapatkan berbagai sumber daya dan dukungan dari lingkungan sekitarnya. Bila
tujuan dinyatakan secara jelas dan dipahami, akan memberikan standar langsung
bagi penilaian pelaksanaan kegiatan (prestasi) organisasi. Tujuan organisasi
berfungsi sebagai sumber motivasi bagi anggota.
Secara sederhana, tujuan organisasi
merupakan suatu dasar perancangan organisasi. Tujuan organisasi dan struktur
organisasi berinteraksi dalam kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk
pencapaian tujuan, pola penggunaan sumber daya, implementasi berbagai unsur
perancangan organisasi, pola komunikasi, mekanisme kerja, departementalisasi
dan lain-lain.
Desain Organisasi
Desain organisasi atau struktur
organisasi adalah mekanisme-mekanisme formal pengelolaan suatu organisasi yang
menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan di
antara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi-posisi maupun orang-orang yang
menunjukkan kedudukan, tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda
dalam suatu organisasi. Disain mengandung unsur-unsur spesialisasi kerja,
standardisasi, koordinasi, sentralisasi, desentralisasi dalam pembuatan keputusan
dan besaran satuan kerja
Desain organisasi sangat dipengaruhi
oleh : (1) Strategi organisasi yaitu seperangkat kebijakan organisasi yang
dirumuskan dan dipilih melalui pertimbangan dan penelitian sebagai
jembatan antara realitas kekinian dan kedisinian organisasi dengan tujuan
yang ingin dicapai. Desain organisasi mengikuti strategi organisasi sehingga
bila strategi berubah maka desain organisasi juga harus berubah.
Dalam organisasi yang memproduksi
barang-barang manufaktur atau jasa, desain organisasi dipengaruhi oleh
teknologi yang digunakan. Sebagai contoh sebuah perusahan yang memproduksi
mobil yang menggunakan teknologi industri massal memerlukan tingkat
standardisasi dan spesialisasi lebih tinggi dibanding perusahaan industri
pakaian yang mengikuti perubahan mode.
Desain organisasi sangat tergantung
pada anggota dan orang-orang yang terlibat dalam organisasi, baik kemampuan,
cara berpikir maupun kebutuhan-kebutuhannya. Desain organisasi yang anggotanya
terdiri dari para sarjana tentu berbeda dengan disain organisasi yang
anggotanya hanya terdiri dari para lulusan sekolah dasar meskipun tujuan dan
kegiatannya sama, karena kemampuan dan cara berpikirnya anggota kedua
organisasi berbeda.
Desain organisasi juga sangat
dipengaruhi oleh besarnya organisasi secara keseluruhan maupun satuan-satuan
kerjanya. Semakin besar ukuran organisasi akan semakin kompleks dan harus
dipilih bentuk desain yang tepat.
Desain organisasi terlalu rumit
untuk diuraikan secara verbal sehingga perlu sebuah bagan untuk menggambarkannya.
Bagan ini memperlihatkan susunan fungsi-fungsi, departemen-departemen atau
posisi-posisi organisasi dan menunjukkan bagaimana hubungan di antaranya.
Satuan-satuan organisasi yang terpisah biasanya digambarkan dalam kotak-kotak
dan dihubungkan satu sama lain dengan garis yang menunjukkan rantai perintah
dan jalur komunikasi formal.
Bagan organisasi menggambarkan lima
aspek utama suatu disain organisasi yang secara ringkas dapat diuraikan sebagai
berikut:
- Pembagian kerja. Setiap kotak menunjukkan individu atau satuan organisasi yang bertanggungjawab untuk kegiatan organisasi tertentu, dan tingkat spesialisasi yang digunakan.
- Rantai Perintah. Bagan organisasi menunjukkan hubungan wewenang-tanggung jawab yang menghubungkan atasan dan bawah dalam keseluruhan organisasi. Aliran ini dimulai dari jenjang organisasi yang tertinggi sampai yang paling bawah.
- Tipe Pekerjaan yang dilaksanakan. Label dan deskripsi dalam setiap kotak menunjukkan pekerjaan organisasional atau bidang tanggung jawab yang berbeda. Misalnya dalam disain kepengurusan IMM Cabang Jember kita lihat ada bidang Organisasi, bidang Kader, bidang Keilmuan, bidang Hikmah, dsb.
- Pengelompokkan segmen-segmen pekerjaan. Keseluruhan bagan menunjukkan atas dasar apa kegiatan-kegiatan organisasi dibagi dasar fungsional atau dasar devisional atau lainnya.
- Tingkat Manajemen. Suatu bagan organisasi menunjukkan keseluruhan hirarki manajemen organisasi.
Keuntungan dan kelemahan bagan
organisasi sudah lama menjadi perdebatan di kalangan ahli organisasi. Salah
satu keuntungan bagan organisasi adalah anggota mendapat gambaran bagaimana
organisasi disusun. Pimpinan dan Staf digambarkan dengan jelas. Bila seseorang
dibutuhkan untuk menangani suatu masalah khusus, bagan menunjukkan tempat
dimana orang yang bersangkutan dapat ditemukan. Proses pembuatan bagan juga
memungkinkan pimpinan mengetahui dengan tepat kelemahan-kelemahan organisasi,
seperti sumber-sumber potensial terjadinya konflik atau bidang-bidang dimana
duplikasi yang tidak diperlukan terjadi.
Kelemahan atau kekurangan utama
bagan organisasi adalah masih banyak hal-hal yang tidak jelas atau tidak
ditunjukkan. Bagan, sebagai contoh, tidak menunjukkan seberapa besar tingkat
wewenang dan tanggung jawab setiap tingkatan manajerial. Bagan juga tidak
menunjukkan hubungan-hubungan informal dan keseluruhan komunikasi, dimana
organisasi tidak dapat berfungsi secara efisien tanpa hal itu. Kelemahan bagan
ini biasanya diatasi dengan cara membuat deskripsi dan job spesifikasi.
Fungsi Fungsi Manajemen Organisasi
Meskipun manajemen banyak
dikembangkan dan diterapkan dalam dunia usaha, dalam organisasi yang mengejar
profit, manajemen sebenarnya dibutuhkan oleh semua tipe kegiatan dan dalam
semua tipe organisasi. Manajemen sering didefinisikan sebagai cara bekerja dengan
orang lain dan melalui orang lain untuk menentukan, menginterpretasikan, dan
mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan melaksanakan fungsi-fungsi manajemen
berorganisasi. Dalam pelaksanaannya manajemen juga membutuhkan sentuhan
artistik (seni) terutama yang berkaitan dengan perencanaan, komunikasi dan
fungsi-fungsi lain yang menyangkut manusia. Atas dasar inilah manajemen selain
disebut sebagai ilmu juga disebut sebagai seni. Berikut akan kita lihat
beberapa fungsi manajemen yang sudah kita sebutkan tadi.
Setidaknya ada tiga hal yang
merupakan prinsip pokok dalam manajemen, yakni planning, actuating,
dan controlling. Akan tetapi ada beberapa sub tambahan untuk melengkapi
pokok-pokok dalam manajemen organisasi yaitu planning, organizing,
actuating, controlling, dan Evaluating. Prinsip-prinsip pokok ini
harus dilakukan dengan melibatkan organ-organ dalam organisasi.
1. Planning
Perencanaan adalah pemilihan dan
penetapan target dan sasaran organisasi serta menyusun langkah-langkah
pencapaiannya dengan menentukan strategi, kebijaksanaan, proyek-proyek,
program, prosedur, metode, sistem, anggaran, dan standar yang dibutuhkan untuk
mencapai target dan sasaran tadi. Fungsi-fungsi manajemen lainnya sebenarnya
merupakan pelaksanaan dari hasil perencanaan. Perencanaan adalah suatu proses
yang tidak berakhir bila rencana organisasi telah ditetapkan, tetapi
terus berlanjut selama rencana dilaksanakan yang mungkin dalam
pelaksanaan membutuhkan beberapa modifikasi agar tetap berguna. Perencanaan
kembali (perencanaan yang dilakukan ketika rencana sedang dilaksanakan
sebagai upaya penyesuaian) kadang menjadi faktor kunci pencapaian sukses. Oleh
karena itu perencanaan harus mempertimbangkan kebutuhan fleksibelitas, agar
mampu menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi baru secepat mungkin.
Planning/perencanaan adalah hal
utama yang harus dilakukan dalam manajemen. Perencanaan yang baik adalah
perencanaan yang “begin from the end”. Kita tetapkan tujuan bersama yang
ingin dicapai. Tujuan adalah pelita yang menunjukkan jalan bahkan di kegelapan
malam. Tetapkan visi dan misi organisasi. Yang penting adalah penetapan tujuan,
visi, dan misi organisasi ini harus dilakukan bersama-sama. Minimal tidak
dilakukan sendirian. Memang pada umumnya sebuah organisasi didirikan dengan
seorang/beberapa tokoh kunci sebagai pemberi konsep. Tetapi konsep itu mutlak
harus diketahui oleh tiap orang dalam organisasi agar terdapat kesamaan
persepsi.
Konseptor tidak mungkin berjalan
sendirian dalam perjalanan organisasi. Jangan ragu dalam menetapkan tujuan,
visi, dan misi. Seorang yang bermimpi besar dan berusaha keras mewujudkannya
namun tidak bisa lebih baik daripada orang yang bermimpi kecil dan bisa
mewujudkannya. Walaupun tidak dicapai, dengan bermimpi besar maka langkah kita
pun akan besar. Lagipula orang yang bermimpi besar dalam pencapaiannya melebihi
orang yang bermimpi kecil.
Perencanaan memiliki banyak manfaat
diantaranya membantu organisasi untuk menyesuaikan diri ketika terjadi
perubahan lingkungan, membantu pengurus organisasi memahami keseluruhan operasi
atau kegiatan organisasi, membantu penempatan tanggung jawab lebih tepat,
memudahkan dalam melakukan koordinasi diantara berbagai bagian dalam
organisasi, membuat target lebih khusus, lebih terinci dan lebih mudah
dipahami, meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti dan menghemat waktu, usaha,
dan dana.
Ada empat tahap dalam menyusun
perencanaan, yaitu :
- Menetapkan target atau serangkaian target.
Perencanaan dimulai dengan
keputusan-keputusan tentang keinginan atau kebutuhan organisasi. Tanpa
rumusan target yang jelas, organisasi akan menggunakan sumber daya, waktu
secara tidak efektif dan tidak efisien.
- Merumuskan keadaan saat ini.
Pemahaman akan posisi organisasi
saat ini dari keseluruhan tujuan yang hendak kita capai sangat penting, karena
tujuan dan rencana menyangkut waktu yang akan datang. Hanya setelah keadaan
waktu saat ini dianalisa, rencana baru dapat kita rumuskan. Tahap ini
membutuhkan informasi tentang kuantitas anggota, kualitasnya, sumber daya, dana
yang dimiliki dll.
- Mengindentifikasi segala kemudahan, hambatan dan ancaman yang mungkin akan kita hadapi di masa yang akan datang.
Segala kelemahan dan kekuatan
organisasi perlu kita identifikasi untuk mengukur kemampuan organisasi
dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu perlu diketahui
faktor-faktor intern dan ekstern yang dapat membantu organisasi mencapai
tujuan, atau yang mungkin menimbulkan masalah. Walaupun dilakukan, antisipasi
keadaan, masalah dan kesempatan serta ancaman yang mungkin terjadi masa yang
akan datang merupakan essensi dari proses perencanaan.
- Mengembangkan rencana dan serangkaian kegiatan pencapaian tujuan.
Tahap akhir dari proses perencanaan
meliputi pengembangan berbagai alternatif yang ada.
2. Organizing
Organizing sebenarnya merupakan
salah satu tahapan dari planning (perencanaan) akan tetapi perlu kiranya
organizing disendirikan menjadi sebuah tahapan dalam manajemen oraganisasi.
Organizing disini dimaksudkan untuk mengatur sebuah penempatan person yang
melaksanakan suatu konsep yang telah dibuat dalam planning sehingga job
description-nya jelas dan tidak terjadi tumpang tindih tugas dalam sebuah
oragnisasi atau sebuah kegiatan.
Setelah kita menetapkan misi dan
tujuan organisasi, menyusun rencana, menentukan program pelaksanaannya,
selanjutnlya kita perlu merancang dan mengembangkan organisasi sebagai
instrumen pencapaian kesemuanya. Inilah yang disebut sebagai organizing, yaitu
penentuan sumber daya-sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan
organisasi, perancangan kelompok kerja tertentu yang akan menjadi pelaksana
program, penugasan tanggung jawab dan pendelegasian wewenang yang diperlukan
kepada individu untuk melaksanakan tugasnya.
Fungsi ini menciptakan struktur
formal di mana pekerjaan ditetapkan, dibagi-bagikan, dikoordinasikan atau dengan
kata lain fungsi ini bertugas menciptakan disain organisasi.
Penempatan orang yang tepat untuk
sebuah jabatan yang tepat akan banyak membantu kelancaran jalannya kegiatan
organisasi. Dalam organisasi profit (perusahaan) penyusunan personalia diawali dengan
berbagai tes kemampuan yang rumit dan kadang berjenjang.
3. Actuating
Actuating/pelaksanaan adalah roh
dari organisasi. Hanya omong kosong jika perencanaan tidak diikuti dengan aksi
yang sesuai. Implementasi adalah sama pentingnya dengan perencanaan. Tanpa
pelaksanaan yang baik rencana akan hancur berantakan tanpa sempat mencapai
tujuan. Oleh karena itu perlu adanya pendelegasian yang tepat untuk suatu tugas
tertentu. Serahkanlah suatu hal pada ahlinya. Jika ditangani ahlinya tentu
suatu persoalan akan selesai lebih cepat dan hasilnya pun baik.
Untuk menunjuk orang yang tepat di
tempat yang tepat perlu adanaya komunikasai terus menerus antara anggota
organisasi. Dengan adanya komunikasi dan silaturahmi, kompetensi seseorang
seringkali akan dapat diketahui. Selain itu komunikasi sangat penting dilakukan
antara planner dan actuator. Komunikasi penting untuk menyelaraskan antara
keinginan perencana dengan pelaksana. Agar tidak terjadi kesalahpahaman yang
dapat mengganggu jalannya organisasi Rencana bisa berubah di tengah jalan jika
ternyata pada pelaksanaannya terdapat situasi yang mendesak.
Oleh karena itu pelaksanaan haruslah
bersifat fleksibel tanpa keluar dari jalur tujuan yang hendak dicapai. Orang
mengatakan ‘banyak jalan menuju ke Roma’. Begitupun dengan action
(pelaksanaan), ia harus bisa menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. Bukan
mengalir dengan arus bukan pula melawan arus tetapi berusaha membelokkan arus
perlahan-lahan ke arah yang kita kehendaki.
4. Controlling
Controlling adalah kunci dalam
manajemen. Walaupun pendelegasian adalah hal yang mutlak dalam organisasi,
tetapi pendelegasian bukanlah berarti menyerahkan segala urusan tanpa kendali.
Seorang yang buta niscaya akan dapat berjalan dengan normal jika diberitahu
jalan yang harus dilewatinya. Begitupun orang-orang dalam organisasi,
seburuk-buruknya sistem manajemen jika ada kontrol dan umpan balik yang rutin
dilakukan maka hasilnya masih dapat diterima. Haruslah ada sistem reward
and punishment dalam manajemen organisasi.
Pelaksanaan controlling memerlukan
sebuah pengarahan atau leading yang merupakan usaha pimpinan organisasi untuk
membuat semua individu dalam organisasi untuk bergerak menjalankan
tugas-tugasnya sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya masing-masing.
Fungsi pengarahan melibatkan kualitas, gaya dan kekuasaan pemimpin serta
kemampuan pemimpin untuk berkomunikasi, dan memberi motivasi. Pengarahan dalam
manajemen sering digunakan istilah yang berbeda tetapi sebenarnya maksudnya
sama, yaitu leading, actuating, directting, motivating dll. Yang jelas fungsi
manajemen yang satu ini bersentuhan langsung dengan manusia.
Semua fungsi manajemen terdahulu
tidak akan efektif tanpa fungsi pengawasan (Controlling). Pengawasan adalah
penemuan dan penerapan cara dan peralatan untuk menjamin semua rencana telah
dilaksanakan sesuai dengan yang telah ditetapkan.
Fungsi pengawasan pada dasarnya
mencakup empat unsur, yaitu:
- Penetapan standar pelaksanaan.
- Penetapan ukuran-ukuran pelaksanaan.
- Pengukuran pelaksanaan nyata dan membandingkannya dengan standar yang telah ditetapkan.
- Pengambilan tindakan koreksi yang diperlukan bila pelaksanaan menyimpang dari standar.
Orang yang berprestasi patut diberi
penghargaan dan sebaliknya orang yang melakukan kesalahan sebaiknya diingatkan
untuk tidak mengulangi kesalahannya. Ini penting sebab sistem ini akan memacu
orang-orang dalam organisasi untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya karena
merasa dihargai. Hargai prestasi sekecil apapun dan jangan biarkan kesalahan
sekecil apapun. Segala sesuatu yang besar dimulai dari yang kecil. Kita harus
tegas dalam hal ini. Ini semua dilakukan agar pelaksanaan sesuai dengan rencana
yang telah ditetapkan. Tidak melenceng dari sasaran apalagi menetapkan sasaran
seenaknya.
5. Evaluating
Hal yang tak kalah penting dari sebuah
organisasi adalah evaluasi. Evaluasi dibutuhkan sebagai bahan renungan dan
sebagai penilaian perjalanan sebuah organisasi sehingga organisasi ini bisa
menghindari terjadinya kesalahan organisasi. Dengan adanya evaluasi dapat
meminimalisir kesalahan dalam berorganisasi dan menjadikan kesalahan untuk
tidak terulang pada masa mendatang. Tetapi ada hal yang penting namun
seringkali terlewatkan oleh banyak manajer (pimpinan) organisasi. Yakni
pentingnya menyentuh hati manusia dengan hati lagi.
Ya, cinta seringkali dilupakan dalam
manajemen organisasi. Ada dua hal yang bisa membuat orang total dalam suatu
hal, yakni adanya keuntungan dan cinta. Orang bilang cinta itu buta. Jika orang
telah merasakan cinta dia akan melupakan kelelahan, kesusahan, penderitaan yang
diperoleh dan akan mencurahkan segenap waktunya untuk hal yang dicintainya.
Jangan ragu-ragu bagi semua elemen untuk melakukan pendekatan personal untuk
orang-orang dalam organisasi seperti menjenguk jika ada yang sakit, menanyakan
kabar, memberi hadiah, melontarkan pujian, dan sebagainya. Perhatikan
kebutuhannya dan berempatilah terhadap kesusahannya. Hal-hal ini mungkin
kedengarannya remeh tetapi sebenarnya ini solusi yang jitu bagi manajemen
organisasi. Cinta akan menjadi perekat yang sangat kuat bagi keutuhan
organisasi.
Contoh Kasus Etika Bisnis
Analisa contoh kasus konflik
JAKARTA, SENIN — Terhambatnya
pembangunan di daerah-daerah perbatasan antara lain merupakan buntut dari
persoalan konflik internal di daerah tersebut. Akibatnya, pembangunan
perbatasan masih belum bisa mengupayakan kesejahteraan rakyatnya.
Hal tersebut dikatakan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Umar Anggara Jenie di sela-sela seminar "Masalah Pembangunan di Perbatasan: Upaya Pengentasan Kemiskinan dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat" di LIPI Jakarta, Senin (16/2). "Level paradigma penanganan persoalan konflik di perbatasan harus diganti dengan pembangunan kesejahteraan wilayahnya," ungkap Umar.
Menurutnya, banyaknya warga miskin di daerah tertinggal menjadi masalah yang ironi. Sebab, ketertinggalan itu justru memicu persoalan lain, seperti masalah sosial, keamanan, serta masalah kebangsaan.
Selain itu, lemahnya koordinasi antarinstansi termasuk penyaluran modal masih belum jernih sehingga penundaan lebih kerap terjadi. "Ditambah lagi permasalahan warisan yang ditinggalkan penjajahan yang mengakibatkan kemiskinan yang berlarut-larut," tambah Umar.
Perlu penanganan multi disiplin dan kerja sama berbagai pemangku kepentingan, dalam upaya pembangunan daerah tertinggal. Pemerintah dalam satu sisi berfungsi sebagai promotor serta memberi stimulus fiskal, papar Umar. Sedangkan lembaga lainnya bisa masuk dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, dan masalah upaya pembangunan sumber daya manusia.
Hal tersebut dikatakan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Umar Anggara Jenie di sela-sela seminar "Masalah Pembangunan di Perbatasan: Upaya Pengentasan Kemiskinan dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat" di LIPI Jakarta, Senin (16/2). "Level paradigma penanganan persoalan konflik di perbatasan harus diganti dengan pembangunan kesejahteraan wilayahnya," ungkap Umar.
Menurutnya, banyaknya warga miskin di daerah tertinggal menjadi masalah yang ironi. Sebab, ketertinggalan itu justru memicu persoalan lain, seperti masalah sosial, keamanan, serta masalah kebangsaan.
Selain itu, lemahnya koordinasi antarinstansi termasuk penyaluran modal masih belum jernih sehingga penundaan lebih kerap terjadi. "Ditambah lagi permasalahan warisan yang ditinggalkan penjajahan yang mengakibatkan kemiskinan yang berlarut-larut," tambah Umar.
Perlu penanganan multi disiplin dan kerja sama berbagai pemangku kepentingan, dalam upaya pembangunan daerah tertinggal. Pemerintah dalam satu sisi berfungsi sebagai promotor serta memberi stimulus fiskal, papar Umar. Sedangkan lembaga lainnya bisa masuk dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, dan masalah upaya pembangunan sumber daya manusia.
Analisis dan solusi:
Berdasarkan artikel yang diambil di harian kompas online diatas dapat dianalisis terjadi konflik internal karena terhambatnya pembangunan di daerah-daerah perbatasan yang mengakibatkan pembangunan perbatasan masih belum bias mengupayakan kesejahteraan rakyatnya.
Konflik ini dapat terjadi karena lemahnya koordinasi antarinstansi termasuk penyaluran modal masih belum jernih yang mengakibatkan terjadi penundaan dan terhambatnya pembangunan di daerah-daerah perbatasan.
Konflik seperti ini harus cepat diatasi jika dilihat menurut “kacamata” etika bisnis, karena kasus konflik ini merugikan banyak pihak. Khususnya pihak masyarakat sekitar Comoro, Subdistrik Comoro, Dili, Timor Leste.
Menurut saya, solusi untuk kasus konflik seperti ini sebaiknya menggunakan metode Arbitrasi, yaitu adanya peran orang ketiga sebagai penengah untuk penyelesaian masalah konflik ini.
Peran orang ketiga dalam hal ini bisa berupa lembaga atau instansi lain dari pemerintah yang bertugas untuk mengawasi koordinasi antarinstantsi agar menjadi semakin lebih kuat koordinasinya. Dan mengawasi penyaluran modal agar lebih jernih dan transparan sehingga tidak sering terjadi penundaan yang diakibatkan oleh penyaluran modal.
Berdasarkan artikel yang diambil di harian kompas online diatas dapat dianalisis terjadi konflik internal karena terhambatnya pembangunan di daerah-daerah perbatasan yang mengakibatkan pembangunan perbatasan masih belum bias mengupayakan kesejahteraan rakyatnya.
Konflik ini dapat terjadi karena lemahnya koordinasi antarinstansi termasuk penyaluran modal masih belum jernih yang mengakibatkan terjadi penundaan dan terhambatnya pembangunan di daerah-daerah perbatasan.
Konflik seperti ini harus cepat diatasi jika dilihat menurut “kacamata” etika bisnis, karena kasus konflik ini merugikan banyak pihak. Khususnya pihak masyarakat sekitar Comoro, Subdistrik Comoro, Dili, Timor Leste.
Menurut saya, solusi untuk kasus konflik seperti ini sebaiknya menggunakan metode Arbitrasi, yaitu adanya peran orang ketiga sebagai penengah untuk penyelesaian masalah konflik ini.
Peran orang ketiga dalam hal ini bisa berupa lembaga atau instansi lain dari pemerintah yang bertugas untuk mengawasi koordinasi antarinstantsi agar menjadi semakin lebih kuat koordinasinya. Dan mengawasi penyaluran modal agar lebih jernih dan transparan sehingga tidak sering terjadi penundaan yang diakibatkan oleh penyaluran modal.
Sumber:
Rabu, 03 April 2013
Modifikasi Kawasaki Ninja 150
Minggu, 24 Maret 2013 12:59 WIB
Modif Kawasaki Ninja 150, 2001 (Cibinong)
Kawasaki Ninja 150, Seting Terbalik
Widodo, mekanik bengkel DMC Jatiwarna,
Bekasi, kolaborasi dengan Antoprayudi pemilik brand knalpot BKR di
Cibinong, Jawa Barat. Keduanya menganut paham terbalik. Harusnya meracik
dulu mesin disusul knalpot. Meraka malah bikin knalpot dulu disusul
korek mesin. Walah...
Mereka bikin knalpot Kawasaki Ninja 150 khusus. Dimulai dari menentukan leher knalpot yang jadi faktor cepat-lambatnya hasil pembakaran dilepas. Makanya, model leher dibikin lurus ke bawah dengan spek awal diameter 40 mm. Kemudian, mengerucut ke bawah hingga menjadi 65 mm dengan sudut lekukan leher dipantek 45 derajat.
Sekilas, model leher knalpot seperti 3V3 yang pernah ngetop di Yamaha RX-King. “Lalu, bagian perut knalpot punya peranan besar menghasilkan tenaga. Dimensi tabung dibikin lebih besar 20 mm dari perut knalpot branded. Tujuannya, agar mampu menampung gas buang dari putaran bawah sampai atas lebih kuat. Nggak ada tenaga terbuang,” aku Antoprayudi alias Bokir.
Efek dari ubahan pelepas buang mesti diimbangi dengan silencer. Apalagi perangkat paling ujung di knalpot yang biasanya bisa bongkar-pasang ini, jadi penentu bengisnya suara knalpot juga. Tak ayal silincer panjang 33 cm, bagian saringannya dibikin diameter 26 mm.
Head motor dua langkah ini enggak dibiarkan standar pabrik. Biar kompresinya naik, kubah diukur pakai buret tercatat 14,2 cc. “Kompresi masih cukup aman walaupun meminum bahan bakar beroktan di atas 100. Squish ikut digerus pisau bubut,” ucap Dodo yang merahasiakan soal perbandingan kompresinya.
Namun main di lintasan gopek meter, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan. Seperti halnya karburator, membran dan pengapian. Hasilnya, pengabut gas Keihin PWL 26 direamer 28 mm. Kruk as diganti milik Kawasaki ZX 150 seiring CDI Denso 1454 diumpan aki kering 5 ampere bersama koil YZ125. (motorplus-online.com)
DATA MODIFIKASI
Blok: Gold 1855
Busi: NGK Platinum B9EVX
Monosok: YSS NSR 150
Ban Depan: Destone 50/90-17
Ban Belakang: Eat My Dust 60/80-17
Penulis : Yudi | Foto : Yudi
Minggu, 03 Maret 2013 18:31 WIB
Modif Kawasaki Ninja 150R, 2003 (Salatiga)
Kawasaki Ninja 150R, Langganan Tiga Besar 201 Meter!
Kawasaki Ninja 150R milik tim A4speed CRM
asal Salatiga, Jawa Tengah ini kerap menghuni posisi tiga besar kala
bertarung di event resmi drag bike 201 meter. Padahal, CDI yang dipakai
tetap bawaan motor. Bukan CDI bawaan dari Thailand yang kerap digunakan
para tunner buat bikin ngibrit si Ninja 2-tak ini.
Bahkan piston, membran dan gigi rasio transmisi juga standar, lho. Hal ini dikarenakan setingan memang difokuskan supaya enggak kedodoran ketika start. Maksudnya, bukan kedodoran layaknya celana kolor yang kendor dan biasa disebut kondor.
Tapi, biar laju Ninja ini lebih mudah dikontrol joki kala start. “Selain itu, cara ini enggak banyak mengeluarkan dana besar,” bilang Rizqi Amin Suqohar, Manajer tim A4speed CRM.
Sesuai kebutuhan, buat mengail tenaga bawah, lubang buang tidak banyak ubahan. “Cukup diporting halus karena masih pakai piston standar. Total tinggi lubang exhaust jadi 31 mm,” aku mekanik yang workshop-nya di daerah Botol Terbang, Blabak, Magelang, Jawa Tengah.
“Daun membran hanya didobel pakai membran asli lainnya. Tapi, cukup setengah. Jadi, geraknya tidak terlalu berat,” ungkap mekanik kepercayaan tim A4speed CRM itu.
Buat temani permainan engine bawah, bagian kepala silinder dipapas 0,8 mm. Lalu, kemiringan squish dibentuk sekitar 12,5 derajat. “Selain itu, lebar squish diubah jadi 6 mm. Ini biar enak digeber di putaran atas,” urai mekanik berkulit sawo matang ini. (motorplus-online.com)
DATA MODIFIKASI
Ban belakang: Eat My-Dust 50/90-17
Ban depan: Swallow 60/80-17
Pelek: TK
Cakram depan: TDR
Knalpot : DBS
AE Garage : 0815-9941260
Penulis : Candra | Foto : Candra
Senin, 28 Januari 2013 20:10 WIB
Modif Kawasaki Ninja 150R, 2012 (Jakarta)
Kawasaki Ninja 150R, Paket Hemat Kebut Harian
Banyak jalan bikin performa motor tambah
dahsyat. Ada yang gila-gilaan ganti komponen racing, ada pula yang biasa
tapi tetap berefek pada tenaga motor tersebut. Seperti dilakukan Didi
Nurhadi mekanik D2M, pada Kawasaki Ninja 150R milik Koh Dai yang tinggal
di Senen, Jakarta Barat.
“Koh Dai cuma minta Ninja 150R bisa ngebut harian. Rencana kalau sudah jadi mau dikirim ke saudaranya di luar kota. Tahu sendiri di kampung kan jarak antar kotanya lumayan jauh. Makanya motor mesti sip,” ucap Didi yang buka bengkel di Jl. Kapin No. 1, Kp. Baru, RT 08/08, Kalimalang, Pd. Kelapa, Jakarta Timur.
Karena maunya simpel, tanpa pikir panjang Didi tawarkan Koh Dai paket blok, seher, bandul kruk-as, karbu dan knalpot yang speknya lebih sip dari standar. Contohnya blok PDK gold 1855 dengan kode A, lalu dipadu seher standar tipe A dengan diameter 59 mm.
Tapi, biar sekarang spek blok mesin sudah oke, Didi mengaku belum puas dengan hasil yang ada. Makanya lubang-lubang aliran gas bakar pada blok silinder kembali diatur ulang posisinya. Salah satunya memangkas dinding liner bagian belakang yang menghadap ke membran.
Sementara buat kejar putaran atas biar nggak nahan, lubang exhaust dipapas dari tinggi 32 mm jadi 31 mm diukur dari bibir atas lubang ex ke bibir atas lubang liner.
Adapun trik buat mendapatkan tenaga putaran bawah, Didi bilang kalau kruk-as asli diganti punya Ninja ZX Thailand (Ninja 150RR tahun 2006). Ubahan itu disesuaikan dengan teknik geser pulser biar timing pengapian maju plus-minus 5 derajat dari posisi awal.
Dengan racikan mesin seperti itu, Didi bilang kalau bensin Pertamax disemprotkan karbu Keihin PJ34 dengan setingan spuyer 42/140. Lalu gas bakar bukan cuma diatur debitnya, tapi juga ditahan membran asli yang terpasang di intake standar. Sisa bakarnya lantas di lepas knalpot CMS. Mantab. (motorplus-online.com)
DATA MODIFIKASI
Setang seher: Standar
Head: PDK Standar
CDI: Ninja Thailand Kode 1454
Gigi rasio: 1 (11/25), 2 (18/28), 3 (25 skunder), 6 (primer 21)
Head: PDK Standar
CDI: Ninja Thailand Kode 1454
Gigi rasio: 1 (11/25), 2 (18/28), 3 (25 skunder), 6 (primer 21)
Penulis : KR15 | Foto : Boyo
Senin, 14 Januari 2013 20:26 WIB
Modif Kawasaki Ninja 150R, 2007 (Majalengka)
Kawasaki Ninja 150R, Bukti Eksistensi
Salah tahu tim yang eksis dan sering menang di kelas ini yaitu tim BRC MG2 yang dipawangi Gina Gunawan. Mengandalkan Kawasaki Ninja 150R lansiran 2007, pacuannya terjun di kelas Sport 2-Tak s/d 150 Open. Posisi tiga besar kerap diraih dengan mudah, seperti juara 1 di LA Light seri Kuningan, Jabar.
“Dari dulu memang eksis di balap sport. Kesannya lebih gentle bila ikut di kelas ini. Apalagi jika sudah dengar raungan suara knalpotnya yang melengking. Terasa gahar,” ujar Gina yang buka bengkel di Jl. Raya Cicadas No. 36, Jatiwangi, Majalengka, Jabar.
Agar tetap di posisi 3 besar, Gina tetap mengacu ubahan mesin yang diusung bermain aman sesuai regulasi kelas sport. Meskipun terlihat sederhana, namun ketangguhan engine putaran atas dan bawah sangat jelas terasa powernya.
Gina lantas coba berbagi resep dengan membeberkan sedikit rahasia ketangguhan dari mesin Ninja tersebut. “Pertama mulai mesin, piston tetap mengandalkan aslinya,” aku pria berbadan kurus, tinggi dan langsing.
Lebar squish sekitar 6 mm dengan derajat squishnya 14 derajat. Katup buluh masih menggunakan aslinya, tapi sedikit dimodifikasi menyesuaikan ubahannya saja. Sedang pengapian menggunakan Ninja model lawas yang menerapkan arus AC.
Pada saluran bahan bakarnya, juga ikut dibenahi. Karburator standar Ninja yang Keihin PE 26 itu direamer jadi 30 mm. Ditopang penerapan pilot-jet 60 serta main-jet 140, bahan bakar Pertamax Plus yang digunakan dicampur oli samping Castrol Racing 747.
Hasilnya dirasakan Ahmad Black yang dipercaya menunggangi kuda besi andalan tim BRC MG2 tersebut. Torehan prestasi menyabet beberapa gelar serta beragam piala yang diraih. (motorplus-online.com)
DATA MODIFIKASI
Ban depan: Battlax 90/80-17
Ban belakang: Battlax 100/90-17
Pelek depan: DID 1,40 x 17
Pelek belakang: DID 1,85 x 17
Sok depan: Uubah lubang suling
Penulis : Obhet | Foto : Obhet
Minggu, 06 Januari 2013 12:21 WIB
Modif Kawasaki Ninja 150, 2005 (Solo)
Kawasaki Ninja 150, Motor Bengis Modal Jadi Juara Bertahan
Bicara skill, Denny Orlando memang nggak ada
duanya. Bahkan pembalap motocross kenamaan di tanah air, juga lihai
beraksi di gelaran garuk tanah nasional dengan konsep berbeda. Dan
buktinya, cah Solo ini 3 tahun (2010, 2011 & 2012) berturut-turut
Juara Umum kelas Campuran Open ajang Trial Game yang pentas di seputaran
Jawa Tengah.
Menggunakan Kawasaki Ninja 150 lansiran 2005, Denny bukan cuma mampu menghadapi para pesaing, tapi semua handicap yang dikemas sangat menantang, tentu buat semua peserta yang ikut dan punya kemampuan yang juga sama. Mulai dari trek kering, berlumpur, berm yang tajam hingga table top, sukses dia lampaui tanpa kendala. Alhasil, juara pertama pun mudah diraih crosser sekelas Irwan Ardiansyah itu.
“Sebetulnya sih sudah 5 tahun saya juara umum di kelas ini. Cuma 2 tahun awal ikut kejuraan ini, saya masih pakai Suzuki TS125 modifikasi, sebelum akhirnya ganti pakai Kawasaki Ninja 150,” ucap Denny yang saat itu disambangi awak Em-Plus ke rumahnya di Jl. Rajawali II, Ruko Gentan No. B4-B5, Solo, Jawa Tengah.
Lanjut pemilik sekolah Orlando Racing Factory (OCF) di Solo, katanya sejak beralih ke Kawak Ninja 150 catatan waktunya pun semakin cepat. Sebab semua handcap di trek lebih mudah diantisipasi. Hal itu didasari ubahan motor yang lebih baik daripada tunggangan terdahulunya. Apalagi kelebihan motor pegagannya sekarang ini punya bobot bodi sangat ringan, juga di dukung ubahan mesin yang karakter power di rpm bawah dan atas terbilang bengis.

Biar enak handlingnya, motor berbobot ringan dan mesin yang
bengis itu mesti didukung kaki-kaki mumpuni. Oleh sebab itu, rintangan
terberat diredam sok depan Kawasaki KXF250 berikut lengan ayun dan
monosoknya. Namun buat penyesuaian, as segitiga asli KXF250 dicustom
ulang agar tinggi setang pas dipegang.
Sasis asli bagian tengah ke belakan, turut di rombak buat dudukan monosok atas juga posisi as arm biar lengan ayun lebih stabil. Lalu semua ubahan dibalut cover bodi tunggangan sejenis.
Lalu saat ditanya soal kiatnya menjuarai kelas bergengsi di ajang Trial Game, Denny berujar santai namun penuh makna. “Kuncinya cuma sabar dan penuh konsentrasi. Apalagi motor sudah sangat bagus dan selama 3 tahun motor belum tertandingi,” jelas Denny yang tahun depan masih siap bertarung di ajang ini.
Oke deh, bro. Sampai ketemu tahun depan. (motorplus-online.com)
Menggunakan Kawasaki Ninja 150 lansiran 2005, Denny bukan cuma mampu menghadapi para pesaing, tapi semua handicap yang dikemas sangat menantang, tentu buat semua peserta yang ikut dan punya kemampuan yang juga sama. Mulai dari trek kering, berlumpur, berm yang tajam hingga table top, sukses dia lampaui tanpa kendala. Alhasil, juara pertama pun mudah diraih crosser sekelas Irwan Ardiansyah itu.
“Sebetulnya sih sudah 5 tahun saya juara umum di kelas ini. Cuma 2 tahun awal ikut kejuraan ini, saya masih pakai Suzuki TS125 modifikasi, sebelum akhirnya ganti pakai Kawasaki Ninja 150,” ucap Denny yang saat itu disambangi awak Em-Plus ke rumahnya di Jl. Rajawali II, Ruko Gentan No. B4-B5, Solo, Jawa Tengah.
Lanjut pemilik sekolah Orlando Racing Factory (OCF) di Solo, katanya sejak beralih ke Kawak Ninja 150 catatan waktunya pun semakin cepat. Sebab semua handcap di trek lebih mudah diantisipasi. Hal itu didasari ubahan motor yang lebih baik daripada tunggangan terdahulunya. Apalagi kelebihan motor pegagannya sekarang ini punya bobot bodi sangat ringan, juga di dukung ubahan mesin yang karakter power di rpm bawah dan atas terbilang bengis.
Sasis asli bagian tengah ke belakan, turut di rombak buat dudukan monosok atas juga posisi as arm biar lengan ayun lebih stabil. Lalu semua ubahan dibalut cover bodi tunggangan sejenis.
Lalu saat ditanya soal kiatnya menjuarai kelas bergengsi di ajang Trial Game, Denny berujar santai namun penuh makna. “Kuncinya cuma sabar dan penuh konsentrasi. Apalagi motor sudah sangat bagus dan selama 3 tahun motor belum tertandingi,” jelas Denny yang tahun depan masih siap bertarung di ajang ini.
Oke deh, bro. Sampai ketemu tahun depan. (motorplus-online.com)
DATA MODIFIKASI
Knalpot : Custom
Karburator : Sudco 34
CDI : Fortex KTM 65cc
Magnet : YZ 125
Telp : 081-2298-1583
Penulis : Riyan | Foto : Riyan
Rabu, 26 September 2012 14:34 WIB
Modif Kawasaki Ninja 150RR (Sumedang)
Kawasaki Ninja 150RR, Meraih Podium 1 dan 2
Yang namanya balapan grasstrack pastinya
enggak boleh pakai motor Special Engine (SE), jadi harus mengandalkan
motor produksi massal yang sudah ada di Indonesia. Seperti Kawasaki
Ninja 150RR kepunyaan tim Petro Power Hardside asal Sumedang, agar bisa
balap di gelaran grasstrack, tim ini tempuh modifikasi Ninja mengacu
pada motor SE KTM 85 SX.
“Tentunya membangun motor dibengkel sendiri, di Petro Power Racing Indonesia di Jl. Raya Situraja No. 246, Kec. Situraja, Kab. Sumedang,” jelas Dodi Hendiana, selaku manager tim ini.
Uniknya sasis enggak ngandalin bawaan motor yang sudah dilengkapi deltabox dan terlihat kokoh. Juga enggak pakai sasis ex SE yang banyak dijual, melainkan frame baru 100% buatan bengkel tim yang pemiliknya bernama Yudi Haryono.
“Frame baru ini terbuat dari pipa hollow berbentuk kotak. Untuk deltabox menggunakan pipa setinggi 5 cm dan tebal 2 cm,” kata Dedi Heryana, sang mekanik yang terkenal dengan nama Faser Petro.
Sasis double tube di bagian depan menggunakan pipa seamless diameter 1,5 inci. Tentu pengelasan menggunakan las accyteline alias las karbit. Backbone masih mencontoh kepunyaan KTM 85, dari pipa hollow kotak 1,5 mm. Pemasangan hanya dibaut.
Pemasukan gas bakar menggunakan karburator PJ 34, didampingi main-jet 150 dan pilot-jet 45. Lubang ex ikut diporting sekitar 1 mm, sedangkan kulit jeruk yang terdapat di dinding lubang in hanya di-haluskan saja.
Kompresi engine yang tadinya hanya 8:1, dipadatkan lagi. Jalan ini ditempuh lewat papas head sekitar 1 mm. Dan lubang yang terdapat dibandul kruk as diberi tambalan berbahan teflon agar kompresi primer jadi padat. Untuk mengimbangi kompresi yang sudah padat, katup buluh standar diganti pakai V-Force model VF3.
Namun, ternyata powernya terlalu galak, akhirnya rasio kopresi kembali diturunkan lewat double paking blok. Temperatur engine dikompres 2 radiator KTM 85 SX.
“Motor sudah enak, tapi enggak berani gas pol karena badan sedang kurang fit euy,” curhat Rizki Fazrin, pembalap dengan nomer start 137 yang berhasil finish diurutan pertama kelas FFA Pemula Sumedang. Juga juara dua kelas Pemula Jabar, di gelaran Taufiq Gunawansyah Open Grasstrack dua minggu lalu di Sumedang. (motorplus-online.com)
DATA MODIFIKASI
Sok depan : KTM 85 SX
Pelek : Exel Takasago
Ban depan : Swallow 70-100/19
Ban belakang : Swallow 90-100/16
Setang : AHRS
Penulis : Panji | Foto : Panji
Kamis, 27 September 2012 17:58 WIB
Modif Kawasaki Ninja 150R, 2004 (Jakarta)
Kawasaki Ninja 150R, Siap Balap Lagi
Lukman Hakim alias Suenk suka dengan
atmosfer balap di lintasan lurus. Namun hobi yang sudah digelutinya
beberapa tahun silam itu terhenti sejak dirinya bekerja di bidang event
organizer. Alhasil Kawasaki Ninja 150R lansiran 2004 miliknya hanya
menjadi pajangan di rumahnya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur.
Tapi, sekitar sebulan yang lalu, niatan buat membesut Ninja miliknya itu muncul kembali. Spontan saja motor kembali dibenahi demi menaikkan performa mesin agar siap turun balap. “Enggak ada ubahan ekstrim pada sektor mesin,” kata Suenk yang bercita-cita punya tim balap ini.
Singkat cerita, motor dibawa ke bengkel Eza Speed di Kemayoran, Jakarta Pusat. Dan, ubahan sederhana buat kail performa engine dimulai. Langkah awal yang dilakukan cukup mengganti piston bawaan dengan piston racing yang aplikasi satu ring seher. Yaitu, pakai merek Daytona. Diameter yang dipakai 62 mm. Itu artinya oversize 300.
"Yang penting pengapian, membran dan juga knalpot tetap standar. Kalau piston boleh besar sedikit,” jelas Suenk. Dengan hanya satu ring yang bergesekan dengan liner, friksi yang tercipta jadi lebih minim. Itu yang diharapkan Suenk. Minim friksi, kinerja naik-turun piston jadi lebih ringan.
Biar power bawah ikut terdongkrak, kepala silinder ikut dipapas. Tapi, tidak banyak. Cukup 0,3 mm saja. Bentuk kubah dan squish juga tidak diubah. So, murni papasan aja.
Lincahnya kinerja mesin belum lengkap jika tidak ditopang bobot ringan. Itu kata Suenk. Makanya, doi berani buat pangkas berat keseluruhan pacuan. Diawali lewat pangkas sasis. “Sasis ada yang dilubangi. Tapi, bagian yang dilubangi ini bukan bagian yang menurut kita vital,” jelas Suenk.
Permainan pangkas-memangkas juga dilakukan lewat penggantian part. Misalnya di sok depan. Peradam kejut Ninja fungsinya diganti oleh sok milik Suzuki satria FU150. Dimensinya yang kecil, bikin bobot makin ringan.
Malah pemangkasan bobot juga berlanjut ke teromol depan. Teromol Ninja yang justru banyak dipakai buat percantik roda depan malah diganti fungsinya pakai milik Yamaha Mio. (motorplus-online.com)
DATA MODIFIKASI
Ban depan : FDR 50/80-17
Ban belakang : Eat My Dust 80/90-17
Velg depan : TK 1.20 X 17
Velg bekalang : Baros 1.85 X 17
Gas spontan : Yoshimura
Penulis : Tigor | Foto : Tigor
Selasa, 31 Juli 2012 12:04 WIB
Kawasaki Ninja 150 2007 (Bandung)
Kawasaki Ninja 150, 201 Meter Tembus 6,971 Detik!
Eko Chodox yang memacu Kawasaki Ninja 150
ini berhasil mencetak catatan waktu terkencang. Yup, di ajang Pertamina
Enduro KYT Day Battle Dragbike 201m 2012 di Parkir Timur Senayan,
Jakarta Pusat, beberapa minggu lalu. Turun di kelas Free For All (FFA),
pembalap drag bike asal Semarang, Jawa Tengah ini berhasil meraih waktu
6,971 detik buat jarak tempuh 201 meter.
Buat bermain di kelas FFA ini, Ninja yang terlihat sangar lewat kelir Hitam itu dibekali piston 66 mm. Piston aftermarket ini memiliki pin piston 17 mm. ”Mereknya KDX. Memang untuk Ninja 150,” sebut Muhamad Yusron Supriyanto selaku tuner tim Kickstart Baitech yang jadi tempat Chodox bernaung.
Dengan diameter piston yang besar, penyempurnaan lubang transfer juga ikut dimainkan. Apalagi, buat Ninja yang turun di kelas bebas alias FFA ini, Yusron juga mengandalkan karburator gambot. Yaitu, Keihin PWK Sudco 38 mm. Pilot-jet diseting di angka 60. Sedang main-jet 175.
Maka itu, lubang transfer ikut diperbesar. dibuat melbar 42,5 mm. Begitunya udara dan bahan bakar bisa lebih leluasa buat masuk ke ruang kruk as (langkah isap) buat nanti proses pembakaran. Begitu juga lubang bilas. Modelnya dibuat rata.
Tetapi proses tenaga yang dihasilkan, belum tentu sempurna jika tak diikuti pembesaran lubang exhaust. ”lubang ini saya buat modelnya trapesium. Ukurannya 74 persen dari diameter piston,” sebut tunner 32 tahun asal Magelang, Jawa Tengah itu.
Tapi jika dihitung dari lubang teratas exhaust hingga bibir atas silinder, sekitar 29,5 mm. Seperti kebanyakan tunner engine 2-tak, menurut Yusron bentuk trapesium paling tepat buat lubang exhaust. Mungkin karena setelah proses kompresi, gas buang jadi lebih mudah keluar.
Maklum, beberapa derajat setelah piston bergerak ke arah Titik Mati Bawah (TMB), lubang ini baru terbuka oleh piston. Jadi, ingin cepat-cepat keluar kali. Apalagi rasio kompresi bermain di 6,8 : 1.
Sebagai otak pengapian, Yusron mengandalkan CDI milik Kawasaki Ninja 150 RR tipe 1454 yang ditemani busi NGK tipe B9EVX. Oh ya, buat kejar power di putaran bawah, Yusron tetap andalkan magnet standar yang bobot awalnya 1,4 kg dibubut jadi 900 gram. (motorplus-online.com)
DATA MODIFIKASI
Ban depan : Eat My Dust 50/90-17
Ban belakang: Eat My Dust 60/70-17
Teromol belakang: Yamaha Jupiter
Knalpot : KDX Exhaust Concept
Busi : NGK B9FVX
Penulis : Eka | Foto : GT
Tags :
Eko Chodox,
Modif Kawasaki Ninja 150 Drag Bike,
Kickstart Baitech,
Pertamina Enduro KYT Day Battle D,
Rabu, 20 Juni 2012 19:05 WIB
Modif Kawasaki Ninja 150, 2007 (Jogja)
Kawasaki Ninja 150, Setingan Korek Harian
Kuda pacu
2-tak masih jadi andalan di drag bike. Apalagi Kawasaki Ninja 150 yang
populasinya masih bejibun. Seperti Kawak Ninja milik tim Criempie Racing
Jogja ini. Kerap jadi jawara meski pengapian hanya mengandalkan CDI
motor lawas Suzuki RC 100.
Turun di kelas 155 cc rangka standar memang harus piawai meracik dapur pacu. Pasalnya di kelas ini banyak peminatnya lantaran termasuk kelas primadona dan motor juga bisa di pakai harian.
“Modalnya enggak sebanyak balap matik. Bikin banyak peminatnya,” ujar Tris Wahyudi, mekanik yang dikenal sebagai maestro knalpot produk lokal Jogja, Creampie.
Lantaran kapasitas mesin di batasi hanya sampai 155 cc Tris Wahyudi coba main aman, mengandalkan piston standar biar mesin awet. “Aku hanya ganti kruk as, pakai milik Ninja 150 RR agar kompresi primernya lebih padat,” lanjut mekanik bertubuh langsing ini.
Sesuai kebutuhan, buat mengail tenaga bawah, lubang buang tidak banyak dikerok. Hanya kena papas mata tunner 1 mm saja. “Cukup diporting halus karena masih pakai piston standar. Total lebar exhaust jadi 40 mm,” bilang mekanik yang workshopnya terletak di Jl. Wonosari Km 10, Dusun Tegal Sari, Jogjakarta.
Buat lubang transfer juga ikutan kena gerus. Solusi agar bahan bakar lebih tokcer masuk ke ruang bakar. “Hanya diambil 1 mm saja mengikuti ukuran exhaust,” lanjut pria yang kerap turun di ajang balap drag bike seputaran Jawa Tengah ini.

Sedangkan membran, Tris tetap mengacu regulasi yang
mengharuskan rumah membran tidak boleh ada ubahan alias standar dar…!
Membaran yang dipakai juga harus standar.
Kelar pada silinder, fokus kepala silinder untuk menaikkan kompresi. Biar terdongkrak, head dipapas 1,3 mm dengan kemiringan squish dibentuk sekitar 15 derajat.
Lantaran regulasi dibatasi hanya boleh pakai karburator standar, Tris hanya bermain spuyer. Main-jet pakai 160 sedangkan pilot jet dipasang 55. “Sengaja dibikin kering karena lokasi drag pinggir pantai, meskipun cuaca panas tetapi suhunya dingin,” lanjut Tris lagi.
Pengapian dipilih CDI yang non limiter. “Pakai CDI Suzuki RC, selain harga murah, umumnya CDI motor tua ini masih buatan asli Jepang yang lebih awet,” bilang mekanik yang masih mengandalkan koil standar bawaan motor. (motorplus-online.com)
DATA MODIFIKASI
Ban belakang: Eat My-Dust 60/80-17
Ban depan: Swallow 50/90-17
Pelek: Excel Racing
Cakram depan: Suzuki Shogun
Handel rem: Variasi
Turun di kelas 155 cc rangka standar memang harus piawai meracik dapur pacu. Pasalnya di kelas ini banyak peminatnya lantaran termasuk kelas primadona dan motor juga bisa di pakai harian.
“Modalnya enggak sebanyak balap matik. Bikin banyak peminatnya,” ujar Tris Wahyudi, mekanik yang dikenal sebagai maestro knalpot produk lokal Jogja, Creampie.
Lantaran kapasitas mesin di batasi hanya sampai 155 cc Tris Wahyudi coba main aman, mengandalkan piston standar biar mesin awet. “Aku hanya ganti kruk as, pakai milik Ninja 150 RR agar kompresi primernya lebih padat,” lanjut mekanik bertubuh langsing ini.
Sesuai kebutuhan, buat mengail tenaga bawah, lubang buang tidak banyak dikerok. Hanya kena papas mata tunner 1 mm saja. “Cukup diporting halus karena masih pakai piston standar. Total lebar exhaust jadi 40 mm,” bilang mekanik yang workshopnya terletak di Jl. Wonosari Km 10, Dusun Tegal Sari, Jogjakarta.
Buat lubang transfer juga ikutan kena gerus. Solusi agar bahan bakar lebih tokcer masuk ke ruang bakar. “Hanya diambil 1 mm saja mengikuti ukuran exhaust,” lanjut pria yang kerap turun di ajang balap drag bike seputaran Jawa Tengah ini.
Kelar pada silinder, fokus kepala silinder untuk menaikkan kompresi. Biar terdongkrak, head dipapas 1,3 mm dengan kemiringan squish dibentuk sekitar 15 derajat.
Lantaran regulasi dibatasi hanya boleh pakai karburator standar, Tris hanya bermain spuyer. Main-jet pakai 160 sedangkan pilot jet dipasang 55. “Sengaja dibikin kering karena lokasi drag pinggir pantai, meskipun cuaca panas tetapi suhunya dingin,” lanjut Tris lagi.
Pengapian dipilih CDI yang non limiter. “Pakai CDI Suzuki RC, selain harga murah, umumnya CDI motor tua ini masih buatan asli Jepang yang lebih awet,” bilang mekanik yang masih mengandalkan koil standar bawaan motor. (motorplus-online.com)
DATA MODIFIKASI
Ban belakang: Eat My-Dust 60/80-17
Ban depan: Swallow 50/90-17
Pelek: Excel Racing
Cakram depan: Suzuki Shogun
Handel rem: Variasi
Penulis : Belo | Foto : Belo
Langganan:
Postingan (Atom)













